Contemporary Art Gallery di Indonesia

Seni kontemporer merupakan seni yang dipengaruhi oleh mordenisasi. Di mulai sejak perang dunia II, seni kontemporer dari dunia barat terus menyebar dan tidak terkecuali ke Indonesia. Seni kontemporer di tanah air bisa dilihat dan dipelajari di contemporary art gallery. Sebuah tempat pameran khusus untuk menampilkan seni kontemporer. Untuk seni kontemporer di tanah air sudah tidak terlalu jelas lagi batasan antara seni rupa, musik, teater, dan tari. Seni kontemporer lebih umum dan cenderung menggabungkan banyak jenis seni. Seni kontemporer juga lebih modern dengan menggabungkan seni visual dan memanfaatkan teknologi mutakhir. Beberapa karya bahkan menggabungkan disiplin ilmu sosial dan sains.

Perkembangan seni kontemporer di Indonesia di mulai sejak peristiwa yang disebut Desember Hitam. Awalnya ada ketidak-setujuan pad sebuah pameran besar seni lukis tahun 1974. Sejumlah pemuda kemudian protes dan mengirimkan karangan bunga duka cita yang menjadi simbol matinya seni rupa Indonesia. Tahun 1975 silam di Taman Ismail Mazuki diadakan sebuah pameran dengan tema Pameran Seni Rupa Baru. Mulai saat itu hingga tahun 1989 di Indonesia dilakukan sebuah kegiatan yang disebut Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia. Seni kontemporer kini sudah lebih bebas dan berkembang pesat. Karya seni yang diciptakan lebih modern dan bisa dijumpai di contemporary art gallery yang ada di kota-kota di Indonesia.

Salah satu galeri seni yang sudah cukup lama berdiri adalah Edwins Gallery. Galeri seni ini didirikan sejak tahun 1984 oleh seseorang yang bernama Edwin Rahardjo. Melalui galerinya ini, sudah ada banyak pameran yang diselenggarakan hingga tahun 2017 silam. Sebanyak 205 pameran sudah pernah dilaksanakan oleh salah satu galeri seni di Jakarta tersebut. Di dalam galeri dipajang berbagai koleksi seni mulai dari seni lukis, patung, cetakan, benda seni, permadani, dan seni media baru. Modernis penting yang ikut ditampilkan antara lain adalah Affandi, Srihadi Soedarsono, Mochtar Apin, Djoko Pekik, Donald Friend, Sunaryo, Le Mayeur, Rudolf Bonet, dan S. Sudjono. Salah satu contemporary art gallery ini menampilkan karya-karya seni yang berkualitas untuk kemajuan seni rupa kontemporer.

December 6, 2018
by @sahara
0
10
Show more