Highlight Berita Teknologi Pilihan Minggu Ini

Beberapa hal menarik terjadi pekan ini dimana sejumlah berita teknologi yang datang dari para raksasa digital mengisi berbagai kanal berita populer. Berita tersebut diantaranya seputar update mesin pencari Google, akuisisi operasional TikTok AS oleh Microsoft dan bocoran game Pac-Man Geo. Selain itu, ada pula berita terkait desakan kejelasan aturan IMEI oleh pemerintah. Anda yang melewatkan beberapa diantaranya bisa menyimak kilasan berikut agar tak ketinggalan update.

Pilihan Berita Teknologi yang Menarik Disimak

Berita teknologi berikut ini menarik untuk disimak karena datang dari perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi dan sedikit banyak berpengaruh pada keseharian pengguna. Berita datang dari Google, Microsoft, Bandai Namco dan dari pengamat gadget terkait aturan blokir IMEI. Berikut kilasan berita menarik yang perlu diketahui

Perubahan Google Demi Cegah Penyebaran Hoax

Google melalui blog resminya mengumumkan update terbaru untuk mesin pencarian mereka agar lebih sesuai dengan kondisi terkini. Selain itu, pembaruan pada search engine populer tersebut juga ditujukan untuk lebih melindungi pengguna mereka dari informasi palsu atau hoax. Pembaruan Google meliputi peningkatan deteksi berita kategori hangat dan penting dengan menyertakan informasi didapat dari sumber terpercaya. Pembaruan ini juga akan diterapkan pada Panel Graphic Knowledge Google.

Google juga meningkatkan kerjasama mereka dengan lembaga-lembaga pemerintah, organisasi serta Wikipedia demi memastikan bahwa pengguna menerima informasi yang akurat dan relevan. Demi meningkatkan akurasi, Google juga mengalokasikan USD 6,5 juta untuk meningkatkan pemeriksa fakta dan memberi tanda pemeriksaan fakta pada kolom pencarian. Fitur pelengkap otomatis pada Google Search juga mendapat pembaruan dimana nantinya ia tidak akan menampilkan prediksi dari konten yang tidak dapat dipercaya.

TikTok Tak Mau Dibeli Microsoft

ByteDance diketahui menolak tawaran akuisisi Microsoft untuk operasional TikTok di wilayah Amerika Serikat (AS). Dalam blog resminya, Microsoft sendiri meyakini bahwa proposalnya bisa menjadi solusi bagi pengguna TikTok di AS sekaligus melindungi keamanan negara. Microsoft berencana untuk membuat perubahan signifikan untuk memastikan bahwa layanan TikTok di AS memenuhi standar keamanan, privasi, keamanan online serta memerangi disinformasi. Sayangnya mereka tidak merinci apa saja perubahan yang dimaksud.

Pengumuman dari Microsoft ini menyusul laporan dari China Morning Post yang menyatakan bahwa ByteDance tidak ingin menjual algoritma pada pembeli AS. Yang artinya, Oracle yang juga berminat untuk membeli operasional TikTok di AS juga kecil kemungkinan untuk berhasil melakukan pembelian. Tentu saja, karena Microsoft dan Oracle sama-sama berasal dari AS. Sementara tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Trump akan berakhir pada 15 September.

Pac-Man Geo

Berita teknologi menarik lainnya datang dari game arcade ikonik Pac-Man yang sempat populer di era 90-an. Judul game yang rilis di Jepang 22 Mei 1980 silam ini sempat hadir untuk sejumlah platform seperti Sega Klasik, Game Boy serta Nintendo. Terbaru, game ini akan hadir kembali sebagai Pac-Man Geo yang bisa dimainkan di dunia nyata melalui teknologi Augmented Reality (AR). Bandai menjelaskan bahwa game aksi ini menggunakan informasi jalan dari Platform Google Maps yang kemudian menjadi arena permainan.

Yang jelas, untuk saat ini masih belum penjelasan detail tentang bagaimana cara memainkan Pac-Main Geo ini di kehidupan dan lingkungan yang nyata. Namun jika dibayangkan, agaknya Bandai ingin para pemain untuk turun ke jalanan sekitar lokasi bersama Pac-Man Geo dengan cara yang tak jauh berbeda dari cara memainkan Pokemon Go. Menurut jadwal, game Pac-Man Geo akan hadir untuk platform iOS dan android di musim gugur mendatang. Apakah game ini akan sesukses Pokemon Go nantinya?

Desakan Kejelasan Blokir IMEI

Seperti yang diketahui bahwa sistem aturan blokir IMEI akan efektif beberapa hari mendatang. Aturan ini sendiri bertujuan untuk memerangi penyebaran ponsel pasar gelap yang tidak membayar pajak. Sayangnya hingga saat ini, pemerintah dinilai masih kurang komprehensif dalam menjelaskan aturan detail sehingga berpotensi membingungkan masyarakat. Pengamat Gadget, Lucky Sebastian mempertanyakan kejelasan nasib perangkat yang dibawa oleh turis ataupun masyarakat yang membeli ponsel dari luar negeri.

Lucky berpendapat bahwa penjelasan terkait aturan IMEI ini sebaiknya segera disosialisasikan supaya masyarakat tidak bingung saat akan membeli perangkat baru baik dari e-commerce maupun beli secara langsung di luar negeri, misalnya. Selain itu, kejelasan lebih lanjut juga diperlukan terkait tata cara membayar pajak apabila ponsel dibawa dan digunakan di Indonesia. Aturan blokir IMEI ini sebenarnya sudah berjalan dari 18 April yang juga disertai sosialisasi selama 6 bulan. Meski sudah berjalan, sistem blokir IMEI masih belum optimal dan baru efektif memblokir akses perangkat Handphone, Komputer Jinjing dan Tablet (HKT) pada 15 September mendatang.

Itulah highlight berita teknologi pilihan minggu ini yang menarik utnuk disimak. Terus ikuti perkembangan berita di atas untuk mengetahui update terbaru yang terjadi.