<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?><rss version="2.0" xmlns:tt="http://teletype.in/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title>@mumpung</title><generator>teletype.in</generator><description><![CDATA[@mumpung]]></description><link>https://teletype.in/@mumpung?utm_source=teletype&amp;utm_medium=feed_rss&amp;utm_campaign=mumpung</link><atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://teletype.in/rss/mumpung?offset=0"></atom:link><atom:link rel="next" type="application/rss+xml" href="https://teletype.in/rss/mumpung?offset=10"></atom:link><atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" title="Teletype" href="https://teletype.in/opensearch.xml"></atom:link><pubDate>Tue, 26 May 2026 05:16:58 GMT</pubDate><lastBuildDate>Tue, 26 May 2026 05:16:58 GMT</lastBuildDate><item><guid isPermaLink="true">https://teletype.in/@mumpung/kisah-nyata-ayat-kursi</guid><link>https://teletype.in/@mumpung/kisah-nyata-ayat-kursi?utm_source=teletype&amp;utm_medium=feed_rss&amp;utm_campaign=mumpung</link><comments>https://teletype.in/@mumpung/kisah-nyata-ayat-kursi?utm_source=teletype&amp;utm_medium=feed_rss&amp;utm_campaign=mumpung#comments</comments><dc:creator>mumpung</dc:creator><title>Kisah Nyata Seputar Ayat Kursi</title><pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:18:22 GMT</pubDate><description><![CDATA[Tahukah kalian bahwa sahabat mulia Abu Hurairah pernah mendapat pengajaran ilmu dari setan? Dia pernah diajarkan ayat kursi dan diberitahukan manfaatnya oleh setan bahwa dengan membaca ayat kursi sebelum tidur, Allah akan memberikan penjagaan dan setan pun tidak mengganggu hingga pagi hari. Hal ini yang menunjukkan keutamaan ayat kursi.]]></description><content:encoded><![CDATA[
  <p id="cPP8">Tahukah kalian bahwa sahabat mulia Abu Hurairah pernah mendapat pengajaran ilmu dari setan? Dia pernah diajarkan ayat kursi dan diberitahukan manfaatnya oleh setan bahwa dengan membaca ayat kursi sebelum tidur, Allah akan memberikan penjagaan dan setan pun tidak mengganggu hingga pagi hari. Hal ini yang menunjukkan keutamaan ayat kursi.</p>
  <p id="jIb1">Dalam Shahih Bukhari disebutkan kisah di atas secara lengkap sebagai berikut:</p>
  <p id="ytbw">Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mewakilkan padaku untuk menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Lalu ada seseorang yang datang dan menumpahkan makanan dan mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku pun sangat membutuhkan ini.” Abu Hurairah berkata, “Aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.“</p>
  <p id="gPAr">Aku pun tahu bahwasanya ia akan kembali sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Aku pun mengawasinya, ternyata ia pun datang dan menumpahkan makanan, lalu ia mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Biarkanlah aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku tidak akan kembali setelah itu.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun menaruh kasihan padanya, aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya pergi.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.“</p>
  <p id="c8xt">Pada hari ketiga, aku terus mengawasinya, ia pun datang dan menumpahkan makanan lalu mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sudah kali ketiga, engkau katakan tidak akan kembali namun ternyata masih kembali. Ia pun berkata, “Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia pun menjawab, “Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun melepaskan dirinya dan ketika pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padaku, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311).</p>
  <p id="kMEn">Bacaan ayat kursi lengkap dengan latin dan terjemahan Indonesia silakan <a href="https://worldquran.com/ayat-kursi" target="_blank">klik di sini</a>.</p>
  <p id="uV1C">Semoga bermanfaat.</p>

]]></content:encoded></item><item><guid isPermaLink="true">https://teletype.in/@mumpung/20-ucapan-menyambut-ramadhan</guid><link>https://teletype.in/@mumpung/20-ucapan-menyambut-ramadhan?utm_source=teletype&amp;utm_medium=feed_rss&amp;utm_campaign=mumpung</link><comments>https://teletype.in/@mumpung/20-ucapan-menyambut-ramadhan?utm_source=teletype&amp;utm_medium=feed_rss&amp;utm_campaign=mumpung#comments</comments><dc:creator>mumpung</dc:creator><title>20 Ucapan Menyambut Ramadhan untuk Meminta Maaf pada Keluarga &amp; Sahabat</title><pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:13:04 GMT</pubDate><category>Agama</category><description><![CDATA[Meminta maaf kepada orang-orang terdekat merupakan salah satu rutinitas menjelang Ramadhan. Tapi, sekarang kita tidak bisa meminta maaf secara langsung nih karena sedang melakukan social distancing.]]></description><content:encoded><![CDATA[
  <p id="UlTc">Meminta maaf kepada orang-orang terdekat merupakan salah satu rutinitas menjelang Ramadhan. Tapi, sekarang kita tidak bisa meminta maaf secara langsung nih karena sedang melakukan social distancing.</p>
  <p id="BAfn">Sebagai gantinya, Bunda bisa mengirimkan ucapan menyambut Ramadhan untuk meminta maaf kepada orang-orang terdekat, seperti sahabat dan keluarga lewat pesan pendek. Ucapan ini cocok untuk Bunda kirim di WhatsApp maupun dibagikan lewat media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.</p>
  <p id="V6AM">Simak, 30 ucapan meminta maaf untuk menyambut Ramadhan:</p>
  <p id="ZJr6">1. Jika berbuat dosa, mintalah ampunan kepada Allah. Jika berbuat salah, minta maaflah kepada orangnya. Mohon maaf lahir dan batin.</p>
  <p id="fZfN">2. Salah adalah sifat dasar manusia. Tak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Jelang Ramadhan, mohon maaf lahir batin atas kesalahan yang pernah diperbuat.</p>
  <p id="7TEQ">3. Ramadhan, satu bulan penuh ampunan. Allah yang Maha Pengampun saja mau memaafkan hamba-Nya yang penuh dosa. Maukah kalian juga memaafkan? Mohon maaf lahir batin.</p>
  <p id="Z5zg">4. Ramadhan bulan yang suci. Tak pantas jika di bulan Ramadhan nanti, hati ini masih dinodai dengan kesalahan. Mohon maaf lahir dan batin.</p>
  <p id="oqb5">5. Bulan suci Ramadhan telah tiba. Waktu ketika orang-orang mengharap ridha Sang Pencipta. Masa-masa indah ketika menerima maaf dengan lapang dada. Mohon maaf lahir batin.</p>
  <p id="KFlN">6. Kalimat yang terucap, bisa menggores luka lebih dalam daripada sebuah pukulan. Menjelang Ramadhan, tiada dengki yang boleh merasuki. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="utXV">7. Luka sayatan pisau bekasnya lebih mudah hilang. Tapi, ucapan dan perilaku yang menyayat hati mungkin masih berbekas. Mohon maaf atas ucapan dan perilaku yang melukai hati.</p>
  <p id="E2oP">8. Lidah memang tak bertulang. Tiada kita berasa patah ketika berucap. Hati orang lain yang mungkin patah karena lidah yang berucap. Mohon maaf lahir batin atas segala perkataan yang menyakitkan.</p>
  <p id="KFAa">9. Maaf, satu kata singkat yang mungkin tak mudah diucapkan setulus hati. Namun, menjelang bulan yang suci, kiranya kau maafkan saya sepenuh hati.</p>
  <p id="4E3X">10. Ramadhan, salah satu bulan yang paling dinanti. Berlomba berbuat kebaikan dan mengakui kesalahan. Mohon maaf lahir batin dan selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="NdzN">11. Selembut embun di pagi hari, tengadah tangan sepuluh jari, ucapkan salam setulus hati, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, mohon maafkan lahir dan juga batin.</p>
  <p id="UAaX">12. Bila ada langkah membekas lara, ada kata merangkai dusta, ada tingkah menoreh luka, Mohon maaf lahir dan batin. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="AES4">13. Sebelum cahaya padam, sebelum hidup kan berakhir, sebelum pintu taubat tertutup, dan sebelum Ramadhan datang. Mohon maafkan lahir dan juga batin, Marhaban ya Ramadhan.</p>
  <p id="SOQP">14. Dalam kerendahan hati, ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta, ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Mohon maaf lahir dan batin. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="xzcj">15. Setitik tinta jadi noda. Setitik salah jadi dosa. Bulan penuh berkah segera tiba. Mari tekun ibadah di bulan puasa. Marhaban ya Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="rIkT">16. Mengingat kata yang salah, hati yang berprasangka, janji yang terlupakan, sikap dan sifat yang menyakitkan, mohon maaf lahir dan batin. Marhaban ya Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="1gP5">17. Marhaban ya Ramadhan. Pucuk selasih bertunas menjulang dahannya. Batang yang patah tolong betulkan. Puasa Ramadhan kembali menjelang, salah dan khilaf mohon dimaafkan semuanya. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="ixKt">18. Marhaban ya Ramadhan, bulan suci penuh berkah telah tiba. Saatnya untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya, menjauhi keburukan, memperbanyak ibadah. Dengan segala kerendahan hati, mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>
  <p id="dMEo">19. Saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga, saatnya kembali kepada-Nya, mensyukuri indahnya kemurahan-Nya. Saatnya merenenungi diri bersama kita leburkan kekhilafan, dengan shaum dan amalan shalih dan keikhlasan dalam jiwa. Mohon dimaafkan lahir dan batin atas semua kesalahan. Selamat berpuasa.</p>
  <p id="XFeG">20. Tak ada kata seindah zikir, tak ada bulan seindah Ramadan. Izinkan kedua tangan bersimpuh maaf untuk lisan yang tak terjaga, janji yang terabaikan, hati yang selalu berprasangka dan sikap yang pernah menyakitkan. Mohon maaf lahir batin. Selamat menunaikan ibadah puasa.</p>

]]></content:encoded></item><item><guid isPermaLink="true">https://teletype.in/@mumpung/tentang-surat-ar-rahman</guid><link>https://teletype.in/@mumpung/tentang-surat-ar-rahman?utm_source=teletype&amp;utm_medium=feed_rss&amp;utm_campaign=mumpung</link><comments>https://teletype.in/@mumpung/tentang-surat-ar-rahman?utm_source=teletype&amp;utm_medium=feed_rss&amp;utm_campaign=mumpung#comments</comments><dc:creator>mumpung</dc:creator><title>Tentang Surat Ar Rahman</title><pubDate>Fri, 27 Aug 2021 12:58:32 GMT</pubDate><media:content medium="image" url="https://img3.teletype.in/files/ee/97/ee976a73-ebdf-48f2-8404-30625673690c.png"></media:content><description><![CDATA[Surat Ar Rahman adalah surah ke-55 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahman yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.]]></description><content:encoded><![CDATA[
  <p>Surat <a href="https://worldquran.com/ar-rahman" target="_blank">Ar Rahman</a> adalah surah ke-55 dalam Al-Qur&#x27;an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahman yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.</p>
  <p>Surat Ar Rahman adalah salah satu surat dari 114 surat dalam Al Qur&#x27;an. Entah mengapa, tanpa mengesampingkan surat lain dalam Al Qur&#x27;an, surat ini menyita perhatian banyak kaum muslimin. Surat ini memiliki kata yang begitu indah dan mengalir berirama. Dan tanpa terasa air mata menetes, satu ,demi satu.</p>
  <p>Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali yakni <em>fa bi&#x60;ayyi ālā&#x60;i rabbikumā tukażżibān</em> (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.</p>
  <p><em>Fa bi&#x60;ayyi ālā&#x60;i rabbikumā tukażżibān</em> (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?). Tiga puluh satu ayat dalam surat Ar Rahman memiliki kalimat ini; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Berulang, Allah memberi peringatan kepada kita; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?</p>
  <p>Melalui surat ini Allah seolah memberi sinyal kepada kita akan sifat kita yang pelupa, kufur nikmat, dan tidak mau berfikir. Pelupa; manusia adalah mahluk yang pelupa.</p>
  <p>Manusia dalam Al Qur&#x27;an di tulis dalam beberapa istilah, yakni al-insaan, an-naas, al-basyar, dan banii Aadam. Manusia disebut al-insaan karena dia sering menjadi pelupa sehingga diperlukan teguran dan peringatan. Sedangkan kata an-naas digunakan untuk menunjukan sekelompok manusia baik dalam arti jenis atau sekelompok tertentu. Al-basyar, karena manusia cenderung perasa dan emosional, dan banii Aadam karena dia menunjukkan pada asal-usul yang bermula dari nabi Adam.</p>
  <p>Setidaknya ada dua hal yang seringkali dengan mudah dilupakan manusia, dan barulah dia teringat dan menyadari apa yang telah dilupakan itu, ketika berada dalam kondisi sulit, susah dan membahayakan.<br />Pertama, manusia dengan mudah dan gampang melupakan Allah swt. dan baru ingat kembali kepada-Nya, ketika manusia menghadapi kondisi sulit, susah dan membahayakan.</p>

]]></content:encoded></item></channel></rss>