Pasar Tradisional Paloh Naga - Wisata Viral Deli Serdang
Wisata Medan Pasar Tradisional Paloh Naga atau PTPN dibuka pada 16 Januari 2021 oleh Bupati Deli Serdang dan Gubernur Provinsi Sumatera Utara. Letaknya di Desa Denai Lama Kecamatan. Labu Pantai Cabo. Deli Serdang, Sumatera Utara. Saya beruntung kali ini karena sawah disini masih hijau. Setelah memarkir mobil di pinggir jalan, kita akan berjalan menuju pasar tempat orang berjualan makanan. Asik banget, jalan-jalan di tengah sawah di pagi hari, ditambah matahari pagi yang tidak begitu terik.
Nah, uniknya di sini tidak bisa membeli makanan, tidak bisa menggunakan uang tunai, tapi bisa menggunakan kepeng seperti ini. Sebuah kepeng adalah sepotong kayu, jadi setiap 1 kepeng bernilai Rp. 2000. Jadi kita harus menukar uang dengan kepeng di gubuk yang disediakan.Pasar ini khusus buka setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Dalam situasi pandemi seperti ini, selain wisatawan lebih banyak, pengelola juga membatasi perpindahan loket penumpang dan menetapkan sistem antrian, sehingga wisatawan harus bergantian masuk untuk menghindari keramaian.
Sepanjang jalan ini, kita bisa menggunakan kepeng untuk membeli penjual makanan. Makanan yang dijual disini juga merupakan makanan tradisional yang sudah pasti sulit ditemukan saat ini. Apalagi jika Anda tinggal di kota. Makanan yang dijual disini antara lain pecel, tiwul, gatot, getuk, grontol jagung, berbagai macam nasi dan berbagai jajanan lainnya. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Gubernur Sumut dan Bupati Deli Serdang juga mengunjungi tempat tersebut.
PTPN ini juga menyediakan saung atau gubuk yang bisa kita gunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan sawah hijau yang luas. Tidak hanya makanan tradisional, tetapi juga musik tradisional dimainkan secara langsung, bukan? Fasilitas lain tidak cukup, seperti kamar mandi, mushola dan panggung terbuka. Kebetulan, saya datang di waktu yang tepat. Pertunjukan tari tradisional Melayu diadakan di sini. Karena terlalu ramai, saya memutuskan untuk menjauh dari keramaian.