Harris' New Café
Harris menunggu kedatangan tamu yang sangat ia tunggu, ya, Kaia. Kaia adalah sahabat kecilnya juga. Mereka tumbuh bersama hingga sekarang.
"Hai... ris,, uhhh makin sukses ya ris, Harris ku sayang" peluk seorang wanita yang tak lain adalah Kaia.
Kaia, seorang pekerja keras, pecinta kopi, dan yang pasti seorang Virgo. Menurut Kaia, Harris adalah orang terpenting nomor 3 di hidupnya. Yups, nomor 3. Hehee...
"Ehh kai thank you, akhirnya nyampe juga Lo, oh iya gue pesenin Irish Coffee favorit Lo ya?". Harris langsung meminta salah satu pelayannya untuk membuatkan secangkir Irish Coffee.
"Ris, ini Café Lo yang ke berapa ?".
"Oh ini yang ke 4 sih, yaa syukurlah, 3 café sebelumnya masih jalan dan ya ... Aman deh pokoknya".
Harris hanya tersenyum. Berdasarkan point of view seorang Harris, Kaia adalah satu satunya yang paling keren. Menurut Harris Kaia itu sangat mirip dengan Ibu nya Harris.
Sampai saat ini, Harris masih bingung akan perasaannya sendiri. Apakah dia mencintai Kaia sebagai sahabat atau lebih dari itu ?
Harris bukanlah tipe orang yang berani mengungkapkan perasaannya.
"Pacar? Oh , belum dong ,, lagian nih ya gw tuh belum ketemu sama cowok yang memenuhi kriteria cowok idaman Kaia". Ujar Kaia sambil tertawa ringan.
Lagi lagi Harris merasa Kaia sedang aman karena tidak ada cowok yang sedang menjalankan hubungan dengannya.
Kaia yang sedari tadi melihat sekeliling Café tiba tiba matanya terpaku pada seseorang cowok.
Cowok itu tinggi, rambut yang bagus, penampilan yang cukup menarik perhatian seorang Kaia.
"Ris, eh itu tamu Lo juga ya? Itu yang pake jaket kulit warna coklat". Tanya Kaia yang masih melihat ke arah cowok itu.
"Oh dia, iya ... Mau kenalan ?".
"Boleh nih ? Ya kalo Lo izinin ya oke sih, keknya nih ya dia tuh memenuhi kriteria cowok idaman seorang Kaia".
Setelah mendengar perkataan Kaia akhirnya Harris mengajak cowok itu mendekat dan duduk bersamanya juga Kaia.
"Hallo, hai ...". Ujar Kaia sambil tersenyum.
"Saya Kemal ,temannya Harris". Kemal si tampan yang sangat ramah itu mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Kaia.
Kemal dan Kaia pun berjabat tangan. Kemal menatap Kaia, terlihat Kemal bahkan sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Hmm... Okay okay". Ujar Harris sambil duduk.
Harris melihat ke arah Kaia yang sedang memberikan kode agar meninggalkan mereka berdua. Harris yang mengerti kode itu pun tanpa basa basi ia langsung meninggalkan mereka berdua dengan alasan ingin menyapa tamu lainnya.
Kaia dan Kemal pun mulai berbincang. Entah apa yang mereka perbincangkan, tapi perbincangan itu terlihat seru dari mata seorang Harris yang sesekali mencuri pandang ke arah mereka berdua.
Menurut Harris tidak ada yang harus di khawatirkan. Kemal adalah orang baik. Harris yakin itu, dan Kaia ... Ya mungkin Harris tidak berjodoh dengan Kaia. Harris yakin juga bahwa soulmates tidak harus selalu menjadi sebuah couple.